Jumat, 02 Maret 2018

cerpen kesetiaan senjan pada angin

ketika sore itu angin dan senja bertemu , mengapa harus hadir malam dalam pertemuan itu , ketika senja mulai menatap dan merasakan embusan angin yang mencoba membuatnya lupa akan hal yang pernah membuatnya sakit tapi mengapa senja seolah tau bahwa malam akan hadir ditengah gelapnya awan , bintang pun seolah mengambil hak nya atau perannya kala itu , sebenarnya aku tau bahwa bulan menginginkan hadirnya pelangi, tapi sayang kala itu pelangi ditutupi awan nan hitam dan pekat angin seolah mengatakan pada senja bahwa ia tak akan diperdulikan lagi , tapi mengapa angin harus menghembuskan semua itu pada senja sedangkan senja sedang menanti hadirnya bintang, perjanjian yang rasanya tak pernah disepakati kala itu , tiba matahari pagi itu , ia mengatakan bagaimana hal ini terjadi apakah kalian tak lagi mementingkan ku hingga kalian lupa akan hadirku , bulan hilang kala itu iya tertidur setelah menjaga segala hal dunia sepanjang malam , angin kembali memikirkan untuk membuat perdebatan angin kembali menghebuskan isu yang sebenarnya tak pernah ada hadirlah awan kala itu , mungki langit bersedih dan ia menangis tapi setelah kehadian senja langit kembali tersenyum dan mencoba untuk menghadirkan pelangi , angin merasa bahwa dia tak lagi penting disana tapi semua mencoba untuk menahan agar taj pergi , agar apapun yang akan terjadi ia dapat memberi kabar dengun hembusan hingga pada akhirnya pelangi mampu membuat semua kembali tersenyum dengan penuh warna.

2 komentar:

Lentera rasa Entah apa nan kurasa kala itu Rasa mencintai tak lagi indah bagiku Rasa ingin memiliki juga hilang, perlahan meni...