berjalan saja sulit bagiku, berharap dan terus berharap, menyimpan semua memori luka meski ku tau itu telah lalu, seperti apa aku ini, aku terjaga dari tidurku, mengingat kenangan yang sama dengan harapan yang berbeda dan insan yanyg berbeda pula, tapi mengapa setiap harapan yang aku harapkan selalu memberi dan melekatkan luka untuk ku, meski kehadiran sesaatnya membuat ku bahagia, tapi jiwa ini masih saja tak lupa dengan kenangan itu, ia kenangan dan masa lalu sebagai ingatan dan pelajaran agar kedepan lebih baik lagi, bahkan aku berharap lebih indah dari segala rasa yang kumiliki pada kenangan saat itu, tapi apa ? semua kukatakan sama saja, aku berucap begitu, mengapa banyak yang marah padaku, salah kah ucap ku ?
malam hadirkan bintang begitu indah dilangit dengan harapan agar aku mampu tersenyum jika kumelihatnya, tapi bintang tak tahu apa yang aku pikirkan, meski bintar bertabur bak hiasan nan indah, tapi dimata ku hanya terlihat gumpalan awan hitam yang tak ku tahu kapan saja akan menemaniku menangis, menjatuhkan air matanya seolah ia mengerti apa yang sedang aku rasakan.
roda memang berputar tapi roda itu mengingatkan ku tentang kenangan yang pernah membuat ku tersakiti, aku tak bisa menyalahkan takdirku, bahkan takdir sama sekali tak bersalah terhadap ku, karena takdir itu jauh telah kusetujui meski dibawah alam sadarku, tuhan letak kan ku di dunianya agar aku tau bagaimana rasa sakit dan bahagia yang akan menghampiriku, tuhan aku tak mampu berucap bahkan aku tak sanggup menyalahkan siapapu, aku hanya tau inilah jalan ku yang telah engkau tentukan, meski dibalik semua ini aku tau engkau telah hadir kan jalan yang terindah untuk ku, untuk mengembalikan senyum ku meski aku tak tau kapan jalan itu akan aku temukan,
tuhan andai bahagia memiliki fisik tak kan kubiarkan luka menyakiti dan mengusirnya dari ku. tapi aku tak tau bahagia seperti apa yang akan aku dapat kan untuk menghapus luka dalam kenangan itu, sulit rasanya ku percaya.
jika bahagia ada, mengapa ia harus meninggalkan sebuah rasa sakit yang berbekas, bukan kah bahagia letak dari segalanya, mengapa ia meninggalkan ku dengan rasa sakit, apa bahagia lupa jika ia pernah hadir di hidupku, atau kah aku yang terlalu berharap terhadapnya, aku juga tak mengerti.